(ini nyata) Kisah Si Kecil yang Ibunya Seorang ...

(ini nyata) Kisah Si Kecil yang Ibunya Seorang ...

Oleh : Yulikuspartono, 22 December 2015 - 12:45 WIB

Tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan kata terima kasih pada ibu,

selama ibu masih bisa memelukmu

Kesuksesan bukan hanya melulu usaha tanpa kenal lelah tetapi disana ada iringan do’a dan ridho dari ayah, ibu.

Pengalaman penulis beberapa waktu lalu saat memberikan pelatihan atau training motivasi persiapan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar. Kurang lebih saat itu ada 300 siswa kelas VI SD di sebuah kota X (maaf demi privacy nara sumber) mengikuti training yang penulis sampaikan dengan semangat, gembira dan suka cita yang tiada tara. 

Selama kurang lebih 3 jam siswa-siswi saya buat penuh emosi semangat optimistik dalam mempersiapkan masa depan mereka. ”Ujian Pasti BISA, Harus BISA dan LULUUUUUS !!!! sorak mereka dengan keyakinan luar biasa. 

Hingga di akhir sesi pelatihan/training – saya ajak mereka ber muhasabah, diam – merenungi tentang hal-hal kecil apa yang sudah dilakukan terhadap diri sendiri ataupun dengan orangtua mereka masing-masing.

Ditengah keheningan dalam diam mendengarkan alunan musik dan muhasabah dari saya, tiba-tiba seorang anak tepat berada dihadapan saya berdiri menatap saya dan menjeriiiiiit histeriiiiis. ”Aku benci mamakuuu ! ... Aku benci mama !!.... begitu jeritan anak ini sambil menangis deras.

”Aku benci mama ..... setiap pulang jam 3 pagi marah-marah dan mabuk, aku ga bisa tidur lagi” lanjut dia.

”Aku benci mama, sering aku dipukul, kadang aku dimaki-maki.

Mulut mama bau alkohol.... Aku benci mama....aku benci mamaku !!!”

”Aku benci mamaku .... aku diberitahu orang-orang, mamaku seorang pelacur !! ”

Saat itu aku-pun terdiam, terpaku sesaat seakan tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi.

Irma (sebut saja namanya seperti itu) nama siswa kelas 6 SD itu lalu menatap saya dan bertanya : ”om ini salah siapa ? ... ini pasti salah Tuhan ?!!” 

Sesaat itu juga aku jawab dengan meletakkan ujung jari telunjukku tepat dibibirnya ”sssssst ... jangan pernah salahkan Tuhan. ...ini bukan salah Tuhan” jawabku

Irma tidak puas dengan jawabanku lalu kembali bertanya : ”kalau bukan salah Tuhan berarti ini salahnya mama !!!” 

Sekali lagi aku letakkan ujung jari telunjukku tepat dibibirnya ”sssssst ... jangan pernah juga salahkan mama, karena ini juga bukan salahnya mama”

Tidak puas dengan jawabanku, Irma kembali bertanya ”lalu ini salah siapa om, kenapa mamaku seperti itu ??!!”

Dengan perlahan aku sampaikan padanya : ”Irma dengar kata-kata om..ya, jangan pernah salahkan siapa-siapa tentang apa yang sudah dan sedang terjadi tetapi ingat kata-kata dari om bahwa setiap kata adalah do’a .... paham ?” 

Irma mengangguk berkata sambil mengulang kata-kata saya : ”setiap kata adalah do’a”. 

Setelah itu saya tanyakan ke Irma : ”Irma mau mama berubah menjadi lebih baik, lebih sayang pada Irma ??”. 

Dan gadis kecil Irma menjawab lirih ”mau om”

"Apapun yang Mama lakukan walau kamu tidak mengerti katakan saja : Mama, aku tetap mencintaimu..." coba bisikan sebuah kata ditelinga mama saat beliau tidur ” lalu disetiap do'a, sujud dan sholatmu. Insya Allah akan mengobati luka hatimu.   

Ya .... karena biar bagaimanapun kita tidak boleh dan tidak bisa membenci mama.  Siapapun ayah dan ibu kita, papa dan mama kita, ummi dan abi kita, ... mereka tetaplah orangtua kita. Yang melahirkan kita, yang membesarkan kita.

Ilustrasi diatas menjadi salah satu pelajaran tentang Empati atau Nilai Rasa yang seharusnya menjadi fondasi atau landasan dalam meraih cita-cita yaitu LULUS UJIAN NASIONAL. Ridho Allah ada dalam Ridho ayah dan ibu kita, ayo gapailah ridho itu

PESAN UTK SAHABAT

Sebesar apapun harta yang kita miliki tidak akan mampu menggantikan pengorbanan seorang ibu. 

“Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat sekolah, sambil senantiasa berdo’a

semoga saya bisa membahagiakan ibu” 

 

note : setelah baca artikel ini, ayoo hampiri ibumu and then please say thank's ..... terimakasih ibu untuk segalanya .....

dikutib dari buku :

KUPAS TUNTAS JURUS JITU 1000% SUKSES UJIAN halaman 27 - 29.

Penerbit : Andi Offset, Penulis H.Yulikuspartono,M.Kom

 


Baca Juga :