Terapi Self-Hypnosis Cepat & Efektif

Oleh : Yulikuspartono, 21 December 2015 - 22:34 WIB

Sedang Rapat Kerja dari pagi sampai jam 22:30 saat tulisan ini dibuat, tiba-tiba ada sms dari sahabat yang curhat seperti ini :

Duuuh, pikiranku ruwet nih Oom…

Langsung saja saya sambil puyeng juga mikirin bahan rapat kerja, saya jawab via sms juga seperti ini :

Gambarkan keruwetan pikiranmu menjadi sebuah bentuk, misalnya segitiga yang ngaco, bisa bulatan yang gak bulat, atau bentuk apapun yang kamu mau gambarkan, yang mewakili perasaan ruwetmu

Sekarang bayangkan bentuk itu mengecil. Ya, betul! Bayangkan makin mengecil dan mengecil. Sekarang! Bayangkan makin kecil lagi dan secepat mungkin bayangkan jadi titik. Ya, betul!!! Sekarang bayangkan titik tersebut hilang lenyap.

Dan ternyata Sahabat yang sms tadi membalas :

WOW, hebat! Pikiran ruwetku sekarang lenyap…ha..ha..

Semudah itukah proses “terapi” NLP menyelesaikan keruwetan pikiran?

Jawabannya “Ya”, bagi Anda yang percaya dan terlatih melakukannya. Jawabannya akan menjadi “Tidak”, bagi Anda yang hobinya hanya membahas teori-teori NLP dan melihat kalo rumit itu kesannya profesional he..he.. (maaf yaa hehehehe …)

Merubah Gambar menjadi Bentuk

Idenya sungguh sangat sederhana, saya terinspirasi saat saya di waktu-waktu yang lampau pernah mengiktui pelatihan NLP bersama guru Khrisnamurti sang master NLP. Begitu mudah dan cepatnya Guru NLP mas Khrisnamurti tempat saya beajar ini membantu orang lain menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Fast, Simple and Fun…

Nah, salah satu ide yang saya terapkan adalah mengajak sahabat-sahabat saya untuk merubah keruwetan pikirannya yang “biasanya” berupa gambaran, menjadi sebuah bentuk. Boleh bentuk apa saja. Lalu, kita main-main deh dengan bentuk itu…

Mari kita main-main dengan Pikiran kita sendiri:

  1. Pikirkan kembali sebuah pengalaman di masa lalu saat pikiran Anda ruwet.
  2. Hitung perlahan dalam hati, boleh pejamkan mata, angka-angka ini: 10… 9… 8… sampai 1…
  3. Sekarang, santai dan tetap konsentrasi, munculkan “gambaran” keruwetan itu, bisa berwarna, bisa gelap, mungkin hitam, bisa apa saja. Dan, rasakan ada rasa tidak nyaman dalam diri, bukan?
  4. Lalu, gunakan “kekuatan” pikiran Anda untuk merubah “gambaran” ruwet pikiran tadi, menjadi sebuah bentuk, apa saja, bebas… ikuti pikiran Anda.
  5. Buat sejelas mungkin bentuk tersebut dalam pikiran Anda, lalu gambarkan bentuk ini ke sehelai kertas.
  6. Nah, sekarang pejamkan mata lagi. Gunakan “kekuatan” pikiran Anda lagi, “perintahkan” bentuk tadi untuk mengecil, bayangkan makin mengecil, makin mengecil, terus mengecil menjadi titik, dan lenyapkan secepat mungkin.
  7. Jika bentuk tersebut sudah lenyap, baru bukalah mata. Kertasnya boleh dibuang jauh-jauuuh… atau dibakar sampai jadi abuuu…
  8. Tarik nafas sedalam-dalamnya, ambil keputusan untuk terus melanjutkan kehidupan ini menjadi lebih baik lagi…
  9. Doa bersyukur sebentar saja sesuai iman Anda masing-masing, sungguh sebuah pilihan yang bijak.

Sederhana banget, bukan? Coba deh… Sangat efektif dan mudah sekali. Bisa dilakukan kapanpun. Sangat efektif saat pikiran ruwet di kantor atau saat mau meeting dengan Bos…seriuuuuuzzzz

Lakukan, lakukan dan lakukan, lalu bagikan…

Cara seperti ini amat mudah untuk dilakukan, jadi ayolah segera lakukan saja, lakukan dan lakukan. Jika Anda sudah terlatih, tidak perlu lagi menggambarkan bentuk tersebut ke sehelai kertas, cukup dalam imajinasi saja.

Kunci dari latihan ini adalah kemampuan Anda masuk ke kondisi sangat fokus, sangat konsentrasi yang tetap nyantai, ke kondisi self-hypnosis, ke kondisi khusuk…

Setelah Anda terlatih, biasanya akan muncul rasa percaya diri yang menguat, ada keyakinan atau belief yang menguat dalam diri ini.

Nah, inilah peluang untuk berbagi… 

Ajarkan dan bagikan teknik ini ke orang lain yang kira-kira membutuhkannya. Keampuhan teknik sederhana ini, justru berasal dari NIAT TULUS Anda yang ingin menolong orang lain, agar bisa merasakan perasaan “plong” juga… seperti yang Anda rasakan. Itulah attitude of NLP. Kekuatan sebuah teknik, justu berasal dari sikap kita yang murah untuk berbagi dengan siapa saja

Nah, setelah itu .... Kalo nolong, ya nolong aja. Jangan minta duit atau pamrih yaaa, Nanti saya sumpahin, wong dapat ilmunya gratis, lha kok malah dijual. Gua sumpahin miskin lagi he..he.. Enggaklah, terserah saja kok…

sudah dulu yaaa, mau lanjutin Rapat Kerja lagi … barusan sedang iseng, jadi nulis ini.

Kaliabang, 21 Desember 2015


Baca Juga :