Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Kreatif

Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Kreatif

Oleh : Bibit Sudarsono, 20 January 2016 - 16:47 WIB

Perubahan tuntutan zaman ikut mendorong perubahan pola kehidupan masyarakat suatu bangsa. Kreatifitas dan inovasi menjadi penentu kemajuan suatu bangsa di masa yang akan datang. Keberhasilan negara-negara maju. sebagaimana melejitnya Jepang pasca PD II, naiknya Korea pertengahan tahun 2000 an, hingga yang terbaru bangkitnya China sebagai negara adidaya baru dari  Timur, itu semua karena didukung oleh satu kata, yakni “kreatifitas.” Negara-negara tersebut dibangun dengan cara kreatif dan mampu menghasilkan produk-produk kreatif dalam mendongkrak perekonomiannya. Jepang dan Korea misalnya, tampil sebagai penguasa teknologi yang kreatif. Begitupun China yang mampu memasok produk-produk kreatif bagi dunia, mulai dari fashion hingga industri besar. Ringkasnya, produk kreatif anak bangsa terbukti mampu menjadikan suatu negara tumbuh dan berkembang pesat.

Urgensi Industri Kreatif

Memasuki era millennium, industri kreatif mendapatkan perhatian khusus di banyak negara. Inggris misalnya, sebagai negara pencetus ide industri kreatif abad-21, memiliki capaian prestisius perihal ini. Sejak 2005, industri kreatif Inggris  tumbuh sekitar 9%. Sumbangan industri kreatif tersebut terhadap pendapatan nasional Inggris mencapai 8%. Ini jelas bukan angka yang kecil. Begitupun bila menyimak Korea Selatan, industri kreatif Korea Selatan pada 2010, berhasil menyumbang pendapatan lebih besar daripada manufaktur.

Pentingnya pengembangan industri kreatif, khususnya dalam menghasilkan produk kreatif tidak terlepas dari beberapa kelebihan sebagai berikut:

1)     Industri kreatif mampu memasok kebutuhan di setiap tingkatan, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier.

2)     Industri kreatif mampu bertahan dalam kondisi sulit sekalipun.

3)     Industri kreatif dapat menampung banyak tenaga kerja (padat karya).

4)     Industri Kreatif dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku.

5)     Industri kreatif dapat menjadi solusi perekonomian bagi negara yang miskin sumber daya alam (SDA).

6)     Industri kreatif mampun berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi informasi.

Keenam faktor penentu di atas adalah alasan atas urgensi pengembangan industri kreatif di berbagai negara. Industri kreatif memberikan banyak pilihan, banyak solusi dan punya cara pandang sendiri dalam meningkatkan perekonomian suatu bangsa. Misalnya, negara dengan SDA minim dapat memasok bahan baku dari negara yang kaya SDA lalu mengolahnya menjadi produk kreatif. Produk ini lah yang akan dijual kembali ke pasar ekspor. Inilah yang dilakukan China, Singapura, Jepang, hingga Korea dalam 20 tahun terakhir.

Industri Kreatif di Indonesia

Berdasarkan studi Depdagri (2007) terungkap fakta bahwa industri kreatif di Indonesia berhasil menyerap 5,4 juta lapangan kerja. Sepuluh tahun yang lalu, industri kreatif menyumbang 80 triliun lebih devisa untuk pendapatan nasional. Ini artinya lebih kurang 9 persen APBN disumbang oleh industri kreatif. Saat ini, perolehan devisa negara dari industri kreatif mencapai ratusan triliun.

Produk Industri Kreatif yang dimiliki Indonesia berasal dari berbagai bidang. Mulai dari bidang makanan, fashion hingga industri kreatif perfilman. Setahun yang lalu, rendang telah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Sejak itu, industri’ rendang olahan siap saji’ terus berkembang pesat di penjuru tanah air. Lain lagi dengan bidang fashion misalnya. Berbagai produk kreatif fashion juga memiliki potensi yang besar. Produk fashion Indonesia saat ini menyumbang 30% pendapatan industri kreatif. Mukenah dan Jilbab ala Indonesia menjadi tersohor di Malaysia dan Arab Saudi. Tidak kalah hebatnya, produk kreatif anak bangsa juga berasal dari bidang seni musik dan  film. Dalam lima tahun terakhir, berbagai soundtrack film layar lebar internasional diisi oleh band asal Indonesia semisal Nidji, Gigi, Slank hingga J–Rock. Begitu pun dalam dunia perfilman. produk film Indonesia terus diminati dunia internasional. Tahun lalu, Film Madre, Soekarno, hingga Laskar Pelangi berhasil menerobos pasar Eropa dan Amerika. Bukan itu saja, para animator film layar lebar semacam ‘Spiderman dan Fast n Furious’ adalah orang Indonesia. Puncaknya, yang terbaru, tiga artis laga Indonesia diplot sebagai pemain film STARWARS 2015 (baca: Iko Uwais, Cecep, Yayan).

Ringkasnya berbagai produk kreatif anak bangsa di atas berperan besar dalam membangun dan memajukan bangsa. Sebagaimana yang dikemukakan Depdagri RI tahun2008 bahwa industri kreatif mampu mengurangi ketergantungan terhadap barang impor sehingga neraca perdagangan negaradapat berjalan seimbang.

Tantangan Produk Kreatif Anak Bangsa

Meski memiliki prospek yang besar, namun mendorong pertumbuhan industri kreatif dalam menciptakan produk kreatif anak bangsa bukan perkara mudah. Banyak hal yang saat ini masih menjadi penghadang. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Kebijakan

Kebijakan dalam mendorong industri kreatif selama 10 tahun terakhir terhitung ‘maju mundur.’ Setiap kebijakan yang dikeluarkan sering kontraproduktif dengan keinginan pengembangan produk kreatif itu sendiri. Kebijakan impor mobil murah dari India misalnya, sangat bertolak belakang dengan keinginan publik dalam menciptakan mobil dalam negeri.

2) Minimnya Pengetahuan Managerial Pelaku Industri Kreatif

Banyak komunitas kerajinan dan kesenian tidak memiliki kemampuan mengembangkan pasar dari produk dan jasa yang dihasilkan. Sementara, penentu berhasil atau tidaknya industri kreatif dalam menyumbang devisa adalah tersedianya akses dan ekses menuju pasar secara optimal.

3) Tidak Adanya Regulasi Permodalan yang Tepat

Banyak industri kreatif berupa UMKM kesulitan ketika akan mengembangkan produk-produk kreatif karena kekurangan modal. Berbagai kredit perbankan juga tidak dapat memberikan solusi selama tidak ada agunan/jaminan. Ini jelas tidak efektif.

4) Indonesia masih belum serius perihal hak cipta

Ini adalah alasan kuat mengapa banyak kekayaan Indonesia diklaim negara lain, mulai dari lagu daerah hingga produk teknologi. Anda sering nonton film  Upin dan Ipin, bukan? Nah, itu adalah produk Indonesia. Idenya berasal dari anak muda Indonesia. Namun ketika gagasan tersebut tidak ditanggapi serius pemerintah, akhirnya serial Upin dan Ipin diambil oleh industri perfilman Malaysia. Miris bukan?

Sejatinya, pemerintah ke depan betul-betul membenahi keempat faktor di atas. Sebab, industi kreatif adalah senjata utama menghadapi abad 21. Apalagi potensi yang dimiliki anak bangsa sangat banyak dan bernilai tinggi.

Harapan Besar Pada PPKI

Pekan Produk Kreatif Indonesia  (PPKI) yang dicanangkan Pemerintahan Joko Widodo saat ini diharapkan mampu menjadi wadah memajukan produk kreatif anak bangsa secara optimal. Hal ini mengingat peningkatan industri kreatif Indonesia terus tumbuh di atas lima persen. Pertumbuhan yang besar bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berada pada level 4% adalah modal awal dalam bertahan di masa sulit seperti melemahnya nila tukar rupiah saat ini. Pendek kata, produk kreatif anak bangsa mulai dari yang paling sederhana semisal produk mainan anak-anak hingga produk teknologi berupa software dan animasi perfilman adalah solusi terbaik dalam menopang perekonomian nasional ke depan. Semua potensi produk kreatif itu harus dikembangkan secara serius. Tidak lah berlebihan bila dikatakan bahwa di masa yang akan datang bangsa yang besar akan dikenali melalui kreatifitas anak bangsanya!

 

sumber : (http://www.seputarukm.com/bangsa-yang-besar-adalah-bangsa-yang-kreatif/)


Baca Juga :